by

Buka Diklat Terpadu Dan Datun,Kaban Diklat Setia Untung Arimuladi :Merubah Tantangan Menjadi Peluang

JAKARTA-Badan Diklat Kejaksaan RI kembali  menggelar Diklat Terpadu Kebakaran Hutan dan Lahan ( Karhutla )  angkatan III dan Diklat Terpadu Mineral dan Batubara ( Minerba ) angkatan II serta Diklat Perdata dan Usaha Negara ( Datun ) di mulai dengan upacara pembukaan yang berlangsung di Aula Adhi Sasana Karyya, Badiklat Kejaksaan RI,Jakarta,Kamis ( 13/9/18 )

Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI selaku inspektur upacara,dalam sambutannya mengatakan,Diklat Kebakaran Hutan dan Minerba terpadu yang ditujukan untuk memantapkan system peradilan pidana terpadu ( Integrited Criminal Justice System ) guna meningkatkan kemampuan professional dan Integritas serta wawasan hakim,jaksa,penyidik polri dan PPNS.

Selain itu juga melaksanakan Diklat Perdata dan Usaha Negara bagi para Jaksa khususnya Kepala Seksi Pertimbangan hukum pada asisten Datun pada Kejaksaan Tinggi di  seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Kaban Diklat menegaskan,diadakannya Diklat Karhutla angkatan III adalah dengan tujuan menyamakan persepsi dan meningkatkan koordinasi dalam penanganan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan.

“ Meningkatkan penguasaan dan kemampuan para penegak hukum yang meliputi hakim,jaksa,penyidik dan PPNS ( Penyidik Pegawai Negeri Sipil ) Kehutanan yang terlibat dalam sistem peradilan terpadu,” terangnya.

Selain itu tambahnya,Karhutla juga melakukan kajian aplikasi terhadap penyidikan tindak pidana lingkungan hidup dan kehutanan,prapenuntutan,pembuktian,penuntutan, eksekusi,bedah kasus,penghitungan kerugian akibat kerusakan lingkungan hidup dan lahan,pertanggungjawaban korporasi dan forensik kebakaran.

Kaban Diklat berharap kepada seluruh Jaksa yang mengikuti Diklat terpadu agar  dapat mampu membuat analisis hukum yang komprehensif dalam menangani perkara Minerba yang menjadi kewenangan Kejaksaan untuk menyidiknya.

Ditegaskan,untuk menyikapi resistensi yang sangat tinggi terhadap masalah-masalah  penegakan tersebut,satu-satunya jalan yang dapat ditempuh adalah melakukan perubahan.

“ Perubahan dari aspek pola pikir,budaya kerja,perilaku,kualitas ketatalaksanan maupun kelembagaan dalam situasi yang cepat berubah,seperti saat ini kita harus fleksibel dan senantiasa berfikir kedepan untuk merubah tantangan menjadi peluang,” pungkasnya. ( Muzer )

 

 
Source: badiklat

Comment

News Feed